Ahok Yakin Pembelian Lahan RS Sumber Waras Sesuai Aturan

Placeholder
Megapolitan

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yakin pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras tidak masalah. Pembelian telah disesuaikan dengan sertifikasi Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Memang sah kok, kita belinya sertifikat semua," kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

BPN, kata Ahok, telah memberikan lampu hijau untuk membeli lahan tersebut. "Kalau kamu mau beli tanah, paling aman ya ke BPN dan notaris. Kalau dia bilang sah ya sah," ujar Ahok.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menolak gugatan Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN) dan memutuskan Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) sah menjual lahan Rumah Sakit Sumber Waras ke Pemprov DKI Jakarta.

Hakim menyatakan pemindahan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dari Yayasan Kesehatan Sumber Waras kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ialah sah.

"Majelis hakim menolak gugatan dari penggugat seluruhnya, dan menghukum penggugat memikul biaya dalam perkara ini sebesar Rp516 ribu," ujar Ketua Majelis Hakim, Muchammad Arifin di PN Jakarta Barat, Selasa 11 Januari.

Hakim menilai YKSW adalah lembaga sah yang berhak mengalihkan SHGB kepada Pemprov DKI, sebab mereka memiliki surat keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM.

"Majelis hakim berpendapat penggugat tidak bisa buktikan sertifikat hak guna tanah adalah miliknya. Maka tergugat adalah subjek hukum yang sah yang memiliki tanah tersebut. Tergugat (YKSM) berhak menjual kepada turut tergugat (Pemprov DKI)," jelas Arifin.

Berdasarkan bukti, fakta, dan saksi ahli dalam persidangan, hakim memutuskan bahwa tanah seluas 36.000 meter per segi tersebut adalah sah milik YKSW. PSCN tidak bisa mengajukan bukti ataupun saksi yang memastikan bahwa YKSW masih dalam kewenangan PSCN.



Warta Sejenis

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!