Anies: Relokasi Warga Pasti Ada dan Tak Terelakan

Placeholder
Megapolitan

JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga,Anies Baswedan, mengatakan pemindahan warga atau relokasi pasti ada dalam suatu waktu. Ada banyak hal, seperti kasus sengketa dan hal-hal lain, yang kemudian mengharuskan warga pindah dari suatu lokasi menjadi hal yang tidak terelakan.

Namun Anies berkomitmen, jika dia terpilih jadi gubernur Jakarta, pemindahan harus dengan musyawarah.

"Semua yang pindah harus dengan ganti rugi, dan semua harus dapat solusi penghidupannya, pendidikannya, kesehatannya, semua harus ada. Jadi bukan nol (tidak dapat apa-apa)," kata Anies.

Anies mempertanyakan bagaimana mungkin membangun Jakarta tanpa memindahkan warga. Jika ada penyempitan sungai karena ada permukiman di bantaran sungai misalnya, tentu warga yang ada di bantaran sungai itu mesti pindah.

"Sebagai contoh, ada sungai yang tinggal 2 meter lebarnya, harusnya 8 meter, terus kalau 2 meter gimana, mesti divertikalkan gitu sungainya? Berarti yang 6 meter di isi rumah itu perlu pindah," kata Anies.

Namun ia memastikan warga yang hendak dipindahkan harus diajak dialog.

"Dimusyawarahkan, dipindahkan ke tempat yang mereka merasa senang," kata Anies.

Sebelumnya, calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, menyebut membangun atau menata lingkungan di Jakarta bisa tanpa menggusur. Menurut dia, hal itu bisa dilakukan dengan cukup memperbaiki lingkungan.



Warta Sejenis

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!