Basuki Pastikan Gugat Saksi yang Beri Keterangan Palsu

Placeholder
Megapolitan

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama memastikan akan menggugat saksi di persidangan kasus dugaan penistaan agama yang menjadikannya terdakwa karena dianggap memberikan kesaksian palsu.

Hal tersebut disampaikan Basuki di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/1). Persidangan Basuki sendiri dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kembali dilaksanakan Selasa (10/1), ada empat saksi yang memberikan keterangan. Dari persidangan kali ini Basuki juga menganggap telah memberikan keterangan palsu.

"Gugat, tergantung pengacara. (Jelasnya) saya tidak tahu, pengacara yang atur," katanya.

Kendati demikian, Basuki tidak mengetahui siapa saja saksi yang akan digugatnya itu. Namun apabila kesaksian yang mereka buat benar-benar palsu, maka pihaknya akan menggugatnya.

"Datanya tidak bener, ya harus digugat dong. Lagipula kelihatan, polanya mirip. Hampir semua mirip. Saya kira banyak (saksi yang digugat) tapi kayaknya satu pengaturan gitu, polanya, bahkan ada sampai kalimat jawabnya sama. Sampai sama titik komanya, jawaban dan daftarnya juga sama," terang Basuki.

Di daftar yang diterangkan oleh saksi-saksi itu, kata Basuki diambil dari sosial media-media online yang kemudian diviralkan.

"Jadi tidak heran orang marah. Diviralkan seolah-olah kita bilang Al-Quran bohong. Saya kira nanti pengacara yang urus," pungkasnya.

Di persidangan agenda keterangan saksi pertama pada 3 Januari 2017, Basuki menganggap kesaksian Sekretaris Dewan Syuro FPI, Novel Bamukmin juga palsu dan pada agenda keterangan saksi kemarin, Basuki menganggap kesaksian Irena Handono juga palsu sehingga berencana akam digugatnya.



Warta Sejenis

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!