Cabai Busuk Laris Terjual di Pasar Induk Cibitung

  • Cabai Busuk Laris Terjual di Pasar Induk Cibitung
  • Cabai Busuk Laris Terjual di Pasar Induk Cibitung
Megapolitan

‎Bekasi - Para pedagang ‎cabai di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, masih menjual cabai dikisaran Rp 120.000 per kilogram (kg), Selasa (10/1). Jenis cabai yang paling mahal itu adalah cabai rawit merah yang berasal dari Madura, Jawa Timur. Bahkan, cabai rawit merah yang sudah membusuk masih laku dijual Rp 50.000 per kg kepada konsumen.

Sementara, jenis cabai lainnya seperti rawit hijau kecil (tewe), rawit hijau besar, serta cabai merah keriting, masih dikisaran Rp 50.000 per kg. Masyarakat masih punya alternatif lain selain mengkonsumsi cabai rawit merah, yang harga relatif lebih murah.

"Harga cabe rawit jablai (rawit merah) semalam dikisaran Rp 120.000 per kilogram," ungkap Tamen (32) pedagang cabai di Pasar Induk Cibitung, Selasa (10/1).

Dia mengatakan, harga setinggi itu bertahan sejak beberapa hari belakangan ini. Sehingga, para konsumen memilih

membeli cabai rawit merah yang telah membusuk yang harganya lebih murah yakni Rp 50.000 per kg.

"Semalam saya membeli cabai jablai yang sudah busuk seberat 20 kg, hingga pagi ini sudah habis terjual Rp 50.000 per kilogram," kata Tanem.

‎Pembeli yang kebanyakan merupakan para pedagang bakso, warteg, nasi padang dan sebagainya, membeli cabai busuk dengan harga yang lebih murah. Mereka beralasan, harga cabai yang tinggi itu, tidak dapat mengembalikan modal usahanya. Para pedagang yang masakannya menggunakan bahan baku cabai, tidak berani menaikkan harga dagangan.

Pantauan di Pasar Induk Cibitung, harga cabai yang gila-gilaan hanya cabai jenis rawit merah (jablai/cabe gila) sedangkan cabai jenis lain, harga relatif stabil.

Seperti cabai rawit hijau, atau biasa dikenal cabai tewe, dijual dikisaran‎ Rp 25.000 per kg saat ini. Entah mengapa, konsumen lebih memilih cabai rawit merah yang harganya meroket yang sudah dirasakan sejak menjelang tahun baru 2017.

Warni (30), salah satu pedagang bakso keliling, mengaku membeli cabai rawit merah yang membusuk untuk menutupi modal usahanya. "Kalau beli cabai rawit yang kualitas bagus, harganya masih Rp 120.000 per kg. Terpaksa beli cawai busuk Rp 50.000 per kg," ujar Warni.

Meski cabai busuk, kata dia, proses pengolahan menjadi sambal harus digoreng terlebih dahulu agar tidak merugikan kesehatan. "Kalau digoreng dengan minyak, bakterinya sudah mati dan aman dikonsumsi," ujarnya.

Dia pun mengaku terpaksa membeli cabai busuk karena tingginya cabai rawit merah di semua pasar. "Di pasar mana saja, harnya sudah tinggi," katanya.

Untuk menyiasati harga cabai yang meroket, terpaksa para pedagang yang menggunakan bahan baku cabai membeli cabai busuk. ‎"Pembeli tidak suka dengan sambal dari rawit hijau, maunya yang rawit merah karena pedasnya," ungkapnya.




Warta Sejenis

memuat...

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!