• Berita Megapolitan
  • FOKUS: Arum, Murniati dan Rentetan Mahasiswi yang Tewas Mengenaskan Sepanjang 2016

FOKUS: Arum, Murniati dan Rentetan Mahasiswi yang Tewas Mengenaskan Sepanjang 2016

Placeholder
Megapolitan

UNTUK kesekian kalinya, seorang mahasiswi ditemukan tewas mengenaskan. Terbaru, Murniati, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), ditemukan tewas di rumahnya di Cipayung, Jakarta Timur.

Padahal, sehari sebelumnya juga terjadi pembunuhan terhadap mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ariyani Puspo Arum (22) yang ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan kondisi sejumlah luka tusuk di tubuhnya.

Arum, begitu korban biasa disapa, ditemukan tewas Senin 9 Desember 2017 pagi di kamar kosnya. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk melacak pelaku dan motifnya.

Ini jadi kali pertama pembunuhan terhadap mahasiswi di tahun 2017. Kasus yang sama juga terjadi Selasa (10/1/2016) dini hari, di mana mahasiswi UMJ, Murniati (29), tewas di rumahnya yang saat ini masih diselidiki Polda Metro Jaya.

Sebelumnya di 2016, terjadi sejumlah kasus serupa dengan korban yang juga mahasiswi. Seperti kasus pembunuhan Feby Kurnia (19), mahasiswi Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 28 April 2016.

Mendiang Feby dibunuh pelaku bernama Eko, warga Pleret, Bantul, Yogyakarta. Feby tewas dicekik di toilet kampus dan motor korban turut dibawa lari pelaku.

Pembunuhan sadis lainnya turut dialami mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jurusan D3 Keperawatan Nadya Bella Anggreani (19). Kasus yang terjadi pada 1 September 2016 itu dilatarbelakangi sakit hati pelaku terhadap korban.

Pelaku, Hafidz Misbah Faisal (19) yang juga teman korban, menghilangkan nyawa Nadya karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Korban dicekik hingga tewas dan mayatnya dibuang di Dusun Klandungan, Kabupaten Malang.

Mahasiswi jurusan Keperawatan lainnya yang juga jadi korban pembunuhan sadis di 2016 adalah Nisa Nurhayati (19). Tidak hanya dibunuh, mahasiswi Akademi Keperawatan (Akper) Pemkab Garut itu juga diperkosa.

Kasus yang terjadi pada 2 Desember 2016, diawali niat mencuri dua pelaku, Restu Fauzi dan Eful di rumah korban di Perum Banyuherang, Garut. Niat tambahan memperkosa muncul setelah dua pelaku tergiur melihat korban yang tengah tertidur pulas.

Saat hendak diperkosa, Nisa berontak hingga akhirnya dianiaya hingga tewas. Dua pelaku yang sudah keburu nafsu, tetap memperkosa mayat sang korban. Pelaku kemudian kabur membawa laptop dan telefon genggam korban.



Warta Sejenis

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!