Ini Instruksi Kemenhub Benahi Penyeberangan Kepulauan Seribu

Placeholder
Megapolitan

Kapal Motor Zahro Express tujuan Jakarta-Pulau Tidung terbakar di perairan Pelabuhan Kaliadem Muara Angke, 1 Januari 2017. Kejadian ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan puluhan orang hilang. Foto/Istimewa

  • Pemerintah berencana akan menertibkan penyebrangan ke Kepulauan Seribu dari pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara pasca kecelakaan Kapal Motor Zahro Express yang terbakar di perairan Teluk Jakarta, 1 Januari 2017 lalu. Penyeberangan kapal tersebut diketahui menggunakan kapal-kapal tradisional.

Dalam acara sosialisasi kepada para pemilik kapal di pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Tonny Budiono mengatakan, perlu ada perbaikan standarisasi keselamatan, keamanan, dan pelayanan pelabuhan. "Salah satunya pintu masuk, saya arahkan untuk pintu masuk dermaga satu gerbang," ujar Tonny, Senin, 9 Januari 2017.

Menurutnya, jika pintu masuk tidak diawasi dikhawatirkan ada penumpang ilegal. Tonny menyampaikan kepada para operator, nahkoda atau kapten untuk tetap memperhatikan daftar nama manifes pelayaran itu, supaya jumlah penumpang dengan manifes yang tercatat di syahbandar juga sama. "Jika ada perubahan atau penambahan penumpang untuk segera dilaporkan, agar jumlahnya diketahui."

Selain itu, Tonny mengatakan bahwa syarat utama untuk penyeberangan kapal tradisional ini harus wajib memiliki jumlah pelampung atau life jacket sesuai dengan jumlah penumpang.

"Tugas keselamatan bukan hanya milik regulator. Tapi juga milik bersama, termasuk operator pelayaran dan penumpang. Intinya, karena ini pelayaran tradisional, harus pakai life jacket," kata Tonny.

Disamping itu, Tonny mengharapkan kepada para operator untuk memperhatikan kelaikan kapal untuk beroperasi. "Jadi harus dicek rutin selang bahan bakarnya misalnya, diperhatikan apakah selangnya retak-retak atau nggak," ujar Tonny.

Tata tertib selama pelayaran, kata Tonny, seperti larangan merokok selama pelayaran, dan mengutamakan keselamatan penumpang.

"Tolong penumpang dilarang merokok selama pelayaran. Tolong juga nakhoda jangan terjun dahulu saat kebakaran ya. Arahkan dulu penumpang, utamakan agar semua penumpang aman. Baru terjun ke laut," kata dia.

Adapun Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah berujar, untuk menekan terjadinya kecelakaan. "Kita syaratkan, kapal yang berlabuh di sini harus bersertifikasi. Kalau tidak ada, terpaksa keluar dari sini atau tidak bisa bersandar di pelabuhan sini(Kaliadem). Ini untuk menjaga keselamatan penumpang," kata Andri.

"Semoga kejadian terbakarnya kapal Zahro Express jadi momentum untuk membenahi semuanya. Benahi armada atau kapalnya, ABK(awak kapal)nya, dermaganya, pelabuhannya," tutur Andri.



Warta Sejenis

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!