Menguak Misteri Kematian Puspo Arum, Polisi Periksa Tiga Teman

Placeholder
Megapolitan

Hari ini, polisi kembali memeriksa tiga saksi tambahan terkait misteri kematian mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ari Yani Puspo Arum (22). Puspo Arum diduga menjadi korban pembunuhan di kamar mandi kos, Perumahan Kebon Jeruk Baru, Jalan H. Asmad Ujung, Jakarta Barat, Senin (9/1/2017) pagi.

"Kami kembali periksa ada tiga saksi baru. Tiga orang saksi ini merupakan teman bergaul korban," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polisi Sektor Kebon Jeruk Ajun Komisaris Polisi Andryanto S. Randotama kepada .

Andryanto mengatakan ketiga saksi merupakan teman Puspo Arum di tempat tinggalnya, Kramatjati, Jakarta Timur.

Polisi tidak mau terburu-buru menyimpulkan motif kasus yang menimpa mahasiswi jurusan teknik industri angkatan 2016.

"Kami masih terus mengumpulkan semua keterangan. Semua kami dalami. Kami juga ingin cepat mengungkap kasus ini secepatnya," ujar Andryanto.

Selain keterangan orang-orang dekat Puspo Arum, polisi juga terus memperkuat alat bukti.

"Kami masih terus mencari alat bukti yang kuat. Untuk memastikan kasus ini murni pembunuhan atau tidak," ujar Andryanto.

Secara terpisah, Wiwid Adi Suwito, kakak ipar Puspo Arum, mendapatkan informasi penting dari kepolisian terkait misteri kematian Puspo Arum.

Dia mengatakan penyidik polisi sudah mencurigai seorang lelaki yang diduga kuat mengetahui betul penyebab kematian Puspo Arum di rumah kos.

Wiwid menyebut lelaki dengan ciri-ciri yang disebutkan polisi, hadir di antara pelayat di rumah duka Jalan Al Bashor, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (10/1/2017), sesaat sebelum jenazah Puspo Sari dikebumikan.

"Dia sih, waktu tahlilan di sini, dia sempat datang ke sini. Itu sebelum almarhum dikubur, saat ambulans jenazah datang," kata Wiwid kepada di rumah duka.

Puspo Arum ditemukan tak bernyawa dengan luka tusuk di bagian leher di kamar mandi kos. Sejumlah barang berharga hilang. Dari hasil visum terhadap jenazah menunjukkan ada perlawanan sebelum ajal menjemput.

Wiwid mengungkapkan kehadiran lelaki tersebut sempat menarik perhatian anggota keluarganya. Soalnya, dia memperlihatkan sikap yang berbeda dengan tamu yang lain.

"Terus dia baca tahlilannya itu nggak kayak orang pada umumnya. Kayak orang ketakutan, terus tengok-tengok, nggak wajarlah," ujar Wiwid.

Wiwid berharap polisi cepat menguak misteri kasus ini.



Warta Sejenis

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!