Pembatasan Liputan Sidang Ahok Dinilai Tepat

  • Pembatasan Liputan Sidang Ahok Dinilai Tepat
  • Pembatasan Liputan Sidang Ahok Dinilai Tepat
Megapolitan

JAKARTA - Sidang kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah memasuki episode ke-5.

Majelis Hakim pun melarang para awak media untuk meliput secara langsung jalannya persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Pakar hukum pidana, Chairul Huda mengatakan keputusan hakim sudah tepat dan sebaiknya untuk kedepannya sidang dugaan penodaan agama itu dilakukan secara tertutup. Bahkan, imbauan itu juga berlaku untuk seluruh agenda persidangan yang ada.

"Jadi untuk seterusnya seharusnya sidang-sidang pengadilan tidak disiarkan langsung," kata Chairul saat berbincang dengan Okezone, Rabu (11/1/2017).

Alasannya, ujar Chairul, agar masyarakat tidak terlalu cepat berasumsi dan mengambil kesimpulan sebelum berakhirnya proses persidangan. Bahkan, dirinya mengambil contoh kasus Jessica Kumala Wongsk yang dimana banyak masyarakat menyimpulkan sebelum berakhirnya persidangan.

"Belajar dari persidangan Jessica, dimana banyak para ahli/pengamat yang kurang bijaksana telah menyimpulkan hasil akhir sidang, padahal belum semua saksi/ahli atau barang bukti diperiksa atau dihadirkan," paparnya.

Sehingga, sidang terbuka untuk umum diartikan publik dapat mengakses, tapi bukan seperti pertandingan sepakbola yang disiarkan langsung lengkap dengan pengamat sebagai komentatornya.




Warta Sejenis

memuat...

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!