Perampokan Sadis di Pulomas hingga Kosan Berdarah di Kebon Jeruk

  • Perampokan Sadis di Pulomas hingga Kosan Berdarah di Kebon Jeruk
  • Perampokan Sadis di Pulomas hingga Kosan Berdarah di Kebon Jeruk
Megapolitan

JAKARTA - Kriminolog dari Universitas Indonesia, Josias Simon mengatakan, tren kriminalitas memang biasa meningkat di akhir dan awal tahun. Hal ini sejalan dengan perayaan besar Natal dan Tahun Baru.

Kalau kita lihat di akhir tahun dan awal tahun tren kriminalitas meningkat, di mana juga ada hari besar di akhir dan awal tahun, dan itu yang harus diwaspadai dan diantisipasi oleh pihak kepolisian karena memang ada tren kriminalitas yang meningkat di waktu-waktu itu, kata Josias kepada Okezone, Selasa (10/11/2017).

(Proses rekonstruksi kasus perampokan di Pulomas)

Kewaspadaan baiknya tidak hanya datang dari aparat penegak hukum saja, tetapi juga dari masyarakat. Harus dua belah pihak, baik dari pihak penegak hukum maupun warga masyarakat. Jadi tidak hanya betumpu sebelah tangan saja, katanya.

Diketahui, khusus di Jakarta baru-baru ini terjadi perampokan yang berujung tewasnya enam orang di kawasan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 26 Desember 2016. Sementara di awal tahun, Jakarta kembali digegerkan dengan penemuan mayat mahasiswi Universitas Esa Unggul (UEU) Tri Ari Yani Puspo Arum (22) di Jalan Kebon Jeruk Baru, RT 08/11, Jakbar.

(Arum ditemukan tewas dengan luka tusuk di leher. Foto: Instagram)

Saran Josias untuk warga agar lebih peduli akan imbauan dari pihak kepoliosian dan lebih peka dengan keadaan sekitar. Selain itu, menggunakan teknologi CCTV dan peralatan keamanan yang terintegrasi cukup mampu untuk mencegah kriminalitas.




Warta Sejenis

memuat...

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!