Rekan Taruna STIP yang Meninggal karena Dipukuli Senior Bungkam

Placeholder
Megapolitan

Isak tangis mengiringi pemakaman Amirulloh Aditya Putra di TPU Budi Darma, Semper, Jakarta Utara, siang tadi. Amirullah merupakan perwira yang diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan senior-seniornya di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, Jalan Marunda Makmur, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Saat ini polisi telah menetapkan lima tersangka.

Keluarga, kerabat, dan rekan-rekan Amirullah turut mengantarkan jenazah dari rumah duka di Jalan Warakas 3, gang 16, nomor 14, RT 7, RW 14, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 14.30 WIB.

"Tadi pas diberangkatkan ke pemakaman, ada acara semacam pelepasan gitu, seniornya yang jadi pemimpin upacara, dan juga ada teman-teman angkatannya yang ikut berbaris," kata tetangga almarhum, Faiz, di rumah duka.

Sejumlah rekan Amirullah di STIP menolak memberikan keterangan kepada wartawan ketika ditemui di rumah duka.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, yang diterima penyidik Polres Metro Jakarta Utara, Amirullah meninggal lantaran menderita pendarahan di beberapa organ vital.

"Ada bercak serapan darah, pendarahan di paru paru, jantung, dan kelenjar liur di usus," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Awal Chairuddin.

Awal mengatakan selain Amir, ada empat taruna STIP lainnya yang juga dianiaya secara bergantian oleh senior. Keempat teman seangkatan Amirullah, saat ini masih menjalani perawatan.

"Keempat rekannya dalam keadaan luka, memar memar di tubuh," kata Awal.



Warta Sejenis

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!