Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Seniornya Mengalami Luka Dalam

Placeholder
Megapolitan

JAKARTA - Ditemukan sejumlah luka di jenazah Amirulloh Adityas Putra (19), taruna STIP yang tewas dianiaya seniornya. Informasi itu disampaikan Kepala Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Awal Chairudin, dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (11/1/2017).

Awal menyatakan, ada lima informasi mengenai luka yang dialami korban berdasarkan pemeriksaan dokter. Pertama korban mendapatkan luka di bibir bawah.

"Kedua, organ dalam korban mati lemas," kata Awal, Rabu siang.

Kemudian ada bintik resapan darah di jantung dan paru-paru korban serta di kelenjar liur. Lambung korban juga berisi cairan hitam. Namun, awal tak menjelaskan cairan hitam apa tersebut.

Adapun hasil pemeriksaan korban negatif atau tidak menggunakan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya (Napza).

Dalam kasus ini, lima orang taruna STIP menjadi tersangka. Para pelaku kini ditahan kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan peristiwa terjadi pada Selasa malam (10/1/2017) saat para pelaku berinisiatif untuk mengerjai juniornya.

"Kasus berawal dari pada jam 17.00, selesai giat drum band, salah satu pelaku atas nama SM mengajak kumpul-kumpul pelaku lainnya untuk rencana ngerjain juniornya tingkat I yang adalah bassist drum band/tam-tam," kata Argo.

Kemudian pada pukul 22.00 WIB, enam taruna tingkat I, termasuk Amirullah, dipanggil oleh empat pelaku untuk berkumpul di lantai 2 kamar M-205 gedung dormitory ring 4.

"Satu persatu taruna tingkat I tersebut datang ke TKP untuk dilakukan penganiayaan oleh para pelaku dengan cara pemukulan menggunakan tangan kosong secara bergantian yang diarahkan ke perut, dada, dan ulu hati," kata Argo.

Amirullah yang juga dipukuli secara bergiliran akhirnya jatuh tak sadarkan diri ketika pelaku berinisial WH memukuli sambil meneriaki Amirullah dengan ucapan "Sama-sama anak Priok!".

Amirullah yang tiba-tiba ambruk ke dada WH, segera diangkat ke tempat tidur yang ada di kamar itu.

Para pelaku yang panik akhirnya mengadu ke seniornya yang merupakan taruna Tingkat IV yang kemudian dilanjutkan ke piket medis dan pembina STIP.

"Mengetahui kondisi korban tidak bernyawa setelah diperiksa dokter piket STIP, selanjutnya peristiwa dilaporkan ke Polsek Cilincing," ujar Argo.

Tujuh saksi telah diperiksa dalam kasus ini. Polisi mengamankan sebotol minyak tawon, sebotol minyak telon, sebuah gayung mandi, sebuah gelas, dan dua puntung rokok Sampoerna Mild. Amirullah diotopsi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.



Warta Sejenis

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!