Transjakarta Tunda Sistem One Man One Ticket

Placeholder
Megapolitan

Penumpang tunjukan kartu e - ticketing Transjakarta di Halte Kota, Jakarta, 11 Agustus 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

  • PT transjakarta memutuskan untuk menunda penerapan sistem one man one ticket (satu orang satu tiket) di koridor 1 sampai 12 Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta. Penundaan ini dilakukan sampai hingga waktu yang belum ditentukan. Alasannya PT transjakarta menilai banyak pengguna transjakarta belum siap menerima sistem ini.

"Transjakarta menerima aspirasi pelanggan yang masih membutuhkan waktu untuk melaksanakan sistem one man one ticket, akhirnya kami memutuskan untuk menunda, kata Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 10 Januari 2017.

Budi mengatakan banyak pengguna meminta tambahan waktu untuk mengerti dan menerima sistem ini. Seharusnya, sistem ini mulai dijalankan per tanggal 11 Januari 2017.

Humas PT transjakarta Wibowo, mengatakan penundaan ini akan diisi dengan kegiatan sosialisasi lebih giat kepada masyarakat. "Selama ini kami juga telah sosialisasi lewat media sosial, di halte. Tapi masih banyak pelanggan yang bertanya soal ini," kata Wibowo.

Budi mengatakan Transjakarta sebenarnya telah menyiapkan perangkat untuk memberlakukan sistem one man one ticket. Ketersediaan seluruh fasilitas itu menunjang kemudahan bagi pelanggan.

Pelaksanaan sistem one man one ticket bertujuan mendapatkan data perjalanan pelanggan dan menentukan pola perjalanan. "Dari informasi tersebut dapat dilakukan penyesuaian rute atau infrastruktur Transjakarta agar pelayanan kepada pelanggan lebih maksimal," kata Budi.

Aturan one man one ticket ini mewajibkan pelanggan Transjakarta memiliki kartu e-ticketing untuk menikmati fasilitas transportasi Transjakarta



Warta Sejenis

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!