Tunggakan BPJS Perusahaan di Bekasi Capai Miliaran

  • Tunggakan BPJS Perusahaan di Bekasi Capai Miliaran
  • Tunggakan BPJS Perusahaan di Bekasi Capai Miliaran
Megapolitan

Bekasi - Kawasan industri Kabupaten Bekasi disebut-sebut sebagai kawasan terbesar di Asia Tenggara, namun masih banyak perusahaan yang menunggak pembayaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang mendata sekitar 55 perusahaan masih menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Totalnya mencapai Rp 4 miliar yang dihitung sejak 2015 lalu.

"Tunggakan BPJS terjadi sejak 2015 dengan totalnya mencapai Rp 8.840.647.283," ungkap Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Cikarang, Anton Laranono, Selasa (1/10).

Namun, kata dia, sekitar 50 persen di antaranya telah dilakukan penagihan dan telah dibayarkan oleh perusahaan atau sekitar Rp 4 miliar lebih. Menurutnya, tunggakan tersebut terjadi karena adanya perbedaan data dari perusahaan dan data dari BPJS sehingga banyak perusahaan yang mengklaim telah melunasi tunggakan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Misalkan, BPJS mengeluarkan adanya tunggakan iuran dari perusahaan tertentu sebesar Rp 100 juta namun, pihak perusahaan memiliki data hanya menunggak sebesar Rp 50 juta. Tidak adanya kesamaan data tersebut membuat Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara agar permasalahan tersebut diselesaikan.

Permasalahan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan di Kabupaten Bekasi cukup tinggi dibandingkan dengan wilayah lain mengingat wilayah ini sebagai kawasan industri terbesar.

"Hingga tahun ini, kami lakukan mediasi untuk membayarkan tunggakan tersebut," ucapnya.




Warta Sejenis

memuat...

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!