VIDEO: Taruna STIP Tewas Dianiaya Senior, Menhub Sampaikan Duka Cita

Placeholder
Megapolitan

Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan duka cita mendalam atas meninggalnya Amirulloh Adityas Putra (18 tahun), taruna tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta Utara, yang tewas dianiaya seniornya, pada Selasa (10/1) malam.

Menhub berjanji akan melayat ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada taruna Jurusan Nautika itu.

"Kami menyatakan penyesalan dan duka cita terhadap kejadian itu. Hari ini (Rabu, 11/1) kami sudah membebastugaskan kepala sekolah itu. Karena kejadian di sekolah pelayaran, udara, dan darat, sudah beberapa kali terjadi," kata Menhub usai menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1).

Presiden Jokowi secara khusus memanggil Menhub, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar untuk membahas tentang berbagai persiapan menjelang kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, ke Indonesia, pada Minggu (15/1) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Menhub mengatakan, pihaknya telah memberlakukan aturan ketat di setiap lembaga pendidikan yang diselenggarakan Kemhub. Disebutkan, apabila ada senior yang terbukti melakukan tindak kekerasan, maka sanksinya dikeluarkan.

"Juga demikian, apabila kepala sekolah tidak dapat mengendalikan, artinya kita anggap tidak mampu," kata Menhub.

Sementara itu, berkaitan dengan pelaku penganiayaan, kata Menhub, akan diselesaikan secara hukum karena korban yang dianiaya meninggal.

"Kami memberikan kesempatan aparat hukum untuk melakukan tindakan yang semestinya kepada mereka," katanya.



Warta Sejenis

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!